Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

New Articles

1 2 3 4 5

Kamis, 11 Maret 2010

Kerangka

Fungsi Rangka Pada Manusia

Kerangka pada tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:

1. Sebagai penegak tubuh

2. Sebagai pembentuk tubuh

3. Sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)

4. Sebagai pelindung bagian tubuh yang penting

5. Sebagai tempat pembentukkan sel darah merah

6. Sebagai alat gerak pasif

Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:

1. Bagian Tengkorak

2. Bagian Badan

3. Bagian Anggota Gerak

1. Bagian Tengkorak (Kepala)

* tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih.

terdiri dari:



1 tulang dahi

2 tulang tapis

2 tulang hidung

2 tulang ubun-ubun

2 tulang pipi
  
2 tulang langit-langit

2 tulang baji

2 tulang pelipis

2 tulang air mata

2 tulang rahang atas
  
1 tulang lidah

1 tulang tengkorak

2 tulang rahang bawah

2. Bagian Badan

Bagian badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:

1. Ruas-ruas tulang belakang (33 ruas)




2. Tulang rusuk (12 pasang)

* 7 pasang tulang rusuk sejati
* 3 pasang tulang rusuk palsu
* 2 pasang tulang rusuk melayang

3. Tulang dada, terdiri dari:
* tulang
* tulang badan
* tulang pedang-pedangan

4. Gelang bahu terdiri dari:



* 2 tulang selangka (kiri dan kanan)
* 2 tulang belikat (kiri dan kanan)

5. Gelang panggul terdiri dari:



* 2 tulang duduk (kiri dan kanan)
* 2 tulang usus (kiri dan kanan)
* 2 tulang kemaluan (kiri dan kanan)

3. Bagian Anggota Gerak

Anggota gerak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. anggota gerak atas terdiri dari:



* 2 tulang pengumpil
* 2 tulang lengan atas
* 2 tulang hasta
* 16 tulang pergelangan tangan
* 10 tulang telapak tangan
* 28 ruas tulang jari tangan

2. anggota gerak bawah (kaki kiri dan kanan) terdiri dari:



* 2 tulang paha
* 2 tulang tempurung lutut
* 2 tulang kering
* 2 tulang betis
* 14 tulang pergelangan kaki
* 10 tulang telapak kaki
* 28 ruas tulang jari kaki

Jenis dan Fungsi Tulang pada Manusia

Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Tulang Rawan

Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.

Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang.

Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.


Gb. Tulang rusuk

b. Tulang Keras

Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.

Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat   ( CaCO3 )   dan kalsium fosfat    ( Ca( PO4 )2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.

Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.

Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.

Contoh tulang keras:

- tulang paha

- tulang lengan

- tulang betis

- tulang selangka



Bentuk Tulang
Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu:

1. Tulang pipa

Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga

Contohnya :

- tulang paha

- tulang lengan atas

- tulang jari tangan

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah



2. Tulang pipih

Bentuknya pipih ( gepeng )

Contohnya:

- tulang belikat

- tulang dada

- tulang rusuk

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih



3. Tulang pendek

Bentuknya pendek dan bulat

Contohnya:

- ruas-ruas tulang belakang

- tulang pergelangan tangan

- tulang pergelangan kaki

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih



Persendian

Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.

Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu:

1. Sendi Mati



yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan, misalnya persendian antar tulang tengkorak.

2. Sendi Kaku



yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang.

3. Sendi Gerak



yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.

Sedangkan sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, :

1) Sendi Peluru

Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan yang bebas dan dapat berporos tiga. Misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul.

2) Sendi Engsel

Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu , misalnya pada siku, lutut, nata kaki, dan ruas antar jari.

3) Sendi Putar

Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan untuk gerakan rotasi untuk satu poros , misalnya antar tulang hasta dan pengumpil, dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.

4) Sendi Ovoid

Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan kekiri dan kekanan , maju mundur dan muka belakang. Misalnya antar tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.

5) Sendi Pelana atau Sela

Pada sendi ini kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti gerakan orang naik kuda. Misalnya sendi antar tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan dan ibu jari.

6) Sendi luncur

Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos, contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang selangka dan tulang belikat.

Kelainan dan Gangguan pada Tulang
Kelainan dan ganguan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena kekurangan vitamin D, penyakit, kecelakaan atau karena kebiasaan yang salah dalam waktu lama.

a) Kekurangan Vitamin D

Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsif ikasi (penulangan) pada tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh dari pro vitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin
D dapat terjadi jika tubuh tidak menerima sinar matahari yang cukup. Kekurangan vitamin D pada anak-anak menyebabkan rakitis, biasanva terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dan kaki berbentuk O atau X. pada orang dewasa kekurangan viramin D dan zat kapur menyebabkan penyakit yang disebut osteomalasi.

b) Kecelakaan

Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura seperti berikut ini:

1. Memar
Gangguan ini merupakan robeknya selaput sendi. Bila sobeknya selaput sendi diikuti lepasnya ujung tulang dari sendi disebut urai sendi.

2. Fraktura atau patah tulang dibedakan sebagai berikut:
a. Patah tulang tertutup bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
b. Patah tulang terbuka , bila tulang yang patah merobek kulit dan mencuat keluar.
c. Fisura , bila tulang hanya retak.

c) Kebiasaan yang salah

Kebiasaan duduk yang salah atau kebiasaan membawa beban disatu sisi tubuh saja dapat menyebabkan kelainan pada tulang seperti berikut ini:

1) Lordosis
Adalah jika tulang leher dan panggul terlalu bengkok kedepan.

2) Kifosis
Adalah jika tulang punggung dan tungging terlalu bengkok kebelakang. Kelainan ini dapat terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk yang dilakukan selama bertahun – tahun.

3) Skoliosis
Skoliosis adalah jika ruas-ruas tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini dapat terjadi jika seseorang sering membebani
salah satu sisi tulang belakang, dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun.

d) Nekrosa
Nekrosa terjadi bila selaput tulang (periosteum) rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.

e) Gangguan persendian

Macam gangguan pada persendian antara lain dislokasi, ankilosis, artritis, dan terkilir.


1) Dislokasi
Dislokasi disebabkan bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan gantungnya (ligamentum) sobek.


2) Ankilosis
Ankilosis adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah - olah menyatu.


3) Terkilir
Terkilir adalah tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser. Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang jarang dan sulit dilakukan.


4) Artritis
Artrisis adalah peradangan yang_terjadi pada sendi. Artrisis dapat dibedakan menjadi empat sebagai berikut:

a. Artritis Gout
Gout terjadi karena adanya timbunan asam urat pada sendi-sendi kecil terutama jari - jari tangan. Sebagai akibatnya ruas jari-jari membesar.

b. Osteoartritis
Osteoartritis adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya, terjadi gangguan pada saat sendi digerakkan.

c. Artritis eskudatif
Artrisis eskudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang. Penyakit ini terjadi karena serangan kuman.

d. Artritis sika
Artrisis sika adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.

f) Serangan Kuman pada Sendi

1) Infeksi gonorhoe dan sifilis dapat menyerang persendian sehingga sendi menjadi kaku.
2) Layuh sendi adalah keadaan tidak bertenaga pada sendi yang disebabkan layuhnya tulang akibat infeksi sifilis ketika bayi dalam kandungan.
Read More...

Klasifikasi Makhluk Hidup

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
A. PENGERTIAN KLASIFIKASI
Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan persamaan ciri (keseragaman), perbedaan ciri (keanekaragaman), cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, dan sebagainya.
B. DASAR-DASAR KLASIFIKASI
Dasar yang digunakan dalam klasifikasi antara lain : berdasarkan persamaan, berdasarkan perbedaan, berdasarkan manfaat, berdasarkan ciri morfologi dan anatomi, berdasarkan ciri biokimia, atau ciri yang lain.
Contoh :
 Berdasarkan ukuran tubuhnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi : pohon, perdu dan semak.
 Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi tumbuhan yang hidup dilingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup dilingkungan air (hidrofit) dan tumbuhan yang hidup dilingkungan lembab (higrofit).
 Berdasarkan manfaatnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias dsb.
 Berdasarkan jenis makanannya, Hewan dikelompokan menjadi : hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan hewan pemakan keduanya (omnivora)
peta konsep klasifikasi
C. TUJUAN KLASIFIKASI
Tujuan dilakukannya klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup, antara lain untuk :
 Menyederhanakan obyek studi, sehingga mempermudah dalam mempelajari.
 mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup maupun manfaatnya.
 mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
 mengetahui hibungan kekerabatan antar makhluk hidup,
 mengetahui perkembangan evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya
D. PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dulu. Ahli filosof Yunani, Aristoteles (384-322 SM) mengelompokkan makhluk hidup ke dalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan (animalia) dan kelompok tumbuhan (plantae), namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.
1. Sistem Dua kingdom
 Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri–ciri : memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis
 Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri–ciri : tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, mampu bergerak bebas.
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia yaitu Carolus Linnaeus tahun 1735.
2. Sistem Tiga Kingdom
 Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri : heterotrof, eukariot multiseluler
 Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri : autotrof, eukariot multiseluler, reproduksi dengan spora
 Kingdom Protista (Organisme bersel satu atau uniseluler dan organisme multiseluler sederhana).
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman (Ernst Haeckel) tahun 1866.
3. Sistem Empat Kingdom
 Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
 Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
 Kingdom Protista
 Kingdom Monera, ciri-ciri memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik)
Sistem Ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Herbert Copeland) tahun 1956.
4. Sistem Lima Kingdom
 Kingdom Monera
 Kingdom Protista
 Kingdom Fungi (Dunia Jamur), Ciri : eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin.
 Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
 Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Robert H. Whittaker) tahun 1969.
5. Sistem Enam Kingdom
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologi bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria.
 Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
 Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
 Kingdom Protista
 Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
 Kingdom Eubacteria
 Kingdom Archaebacteria
Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.
1-1cBerikut ini adalah ciri-ciri umum organisme yang masuk ke dalam klasifikasi 5 kingdom.
a. MONERA
Monera adalah mahkluk hidup yang tidak membran inti (organisme prokariot). Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti itu berupa asam inti atau DNA (deoxyribo nucleic acid atau asam deoksiribonukleat). Kelompok Monera ini terdiri dari Eubacteria (selama ini kita mengenalnya sebagai bakteri) dan Archaebacteria (bakteri yang hidup pada habitat ekstrim).
b. PROTISTA
Protista adalah kingdom mahkluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel yang memiliki membran inti (organisme eukariot). Protista dikelompokan secara seerhana seperti protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip jamur.
c. FUNGI (JAMUR)
Fungi atau jamur merupakan kingdom mahkluk hidup yang tidak memiliki kloroplas. Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari kumpulan benang. Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Oleh karena itu jamur tidak dapat dikelompokkan dalam dunia hewan atau tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).
d. PLANTAE (TUMBUHAN)
Plantae atau kingdom tumbuhan adalah mahkluk hidup bersel banyak yang mempunyai kloroplas. Di dalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena memiliki klorofil, maka tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariot (memiliki membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki akar, batang, dan daun, kecuali beberapa jenis tumbuhan yang memiliki akar semu (rizoid), seperti pada briophyta (tumbuhan lumut). Perkembangbiakan tumbuhan terjadi secara kawin maupun tak kawin.
Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
e. ANIMALIA
Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnya mempunyai membran inti (eukariot) dan tidak memiliki kloroplas. Selain itu sel hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan tumbuhan, hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sitem saraf.
Pembagian hewan berdasarkan :
1. Makanannya :
a. Herbivore
Adalah golongan hewan pemakan tumbuhan hijau. Memiliki gigi geraham depan (dens premolare) dan geraham belakang (dens molare) yang kuat dan banyak. Memiliki gigi seri (dens incisivus) yang tajam. Tidak mempunyai gigi taring (dens caninus). Memiliki enzim selulase.
Contoh : Hewan Mammalia yang hidup di padang rumput.
b. Carnivore
Adalah golongan hewan pemakan daging. Memiliki gigi taring (dens caninus) yang tajam. Memiliki kuku yang tajam Memiliki sisi rahang dan ujung gigi geraham yang saling bertemu. Ex : Singa, Harimau, Kucing, Buaya dll.
c. Omnivore
Adalah golongan gewan pemakan daging dan tumbuhan hijau (pamakan segala). Memiliki sifat perpaduan antara herbivore dan carnivore. Ex : Musang, Beruang, Ayam, Tikus dll.
d. Insectivore
Adalah golongan hewan pemakan serangga. Ex : Cecak, Kadal,Bunglon, Kelelawar dll.
2. Ada tidaknya tulang belakang :
a. Invertebrata yaitu golongan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Dibagi menjadi 9 phyllum/filum yaitu :
1) Porifera (hewan berpori), contoh : Spongia sp/hewan spon.
2) Coelenterata (hewan berongga), contoh : Hydra viridis, Aurelia aurita (ubur-ubur).
3) Platyhelminthes (cacing pipih), contoh : Planaria maculate, Tania saginat (cacing pita) pada manusia dan sapi.
4) Nemathelminthes (cacing gilig), contoh : Ascaris lumbricoides, Acylostoma duodenale/cacing tambang pada usus duabelas jari manusia.
5) Annelida (cacing gelang), contoh : Hirudo medicinalis/lintah, Lumbricus terrestris (cacing tanah).
6) Mollusca (hewan bertubuh lunak), contoh : Achatina fulica/siput, Octopus sp (gurita).
7) Arthropoda (hewan berbuku-buku), dibagi menjadi 4 kelas yaitu :
a) Insect (serangga), contoh : Hetaerina america/capung,
b) Crustacea (udang-udangan), contoh : Ceonobita clypeatus (kelomang)
c) Arachnida (laba-laba), contoh : Eurypelma californica (laba-laba)
d) Myriapoda (lipan), contoh : Scolopendra subspinipes/kelabang (lipan)
8) Echinodermata (hewan berkulit duri), dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
a) Asteriodea (bintang laut), contoh : Dermaterias imbricate dan Asterias vulgaris (bintang laut)
b) Echinoidea (landak laut), contoh : Diadema antillarum (landak laut), Echinos esculentus (bulu babi berbulu pendek)
c) Holothuroidea (teripang), contoh : Holothuria scabra (teripang), Curcuma planci (mentimun laut).
d) Crinoidea (lilia laut), contoh : Lamprometra palmata (lilia laut),
b. Vertebrata yaitu golongan hewan yang mempunyai ruas-ruas tulang belakang. Dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
1) Pisces (ikan), contoh : Osteoglossum bicirhosum (ikan Arwana).
2) Amphibia (katak), contoh : Rana sp
3) Reptilia (hewan melata/merayap), contoh : ular, kadal, bunglon
4) Aves (unggas), contoh : Aquila achrysaeto (rajawali)
5) Mammalia (hewan memiliki kelenjar mammae), contoh : sapi,kambing, orang utan
E. MACAM-MACAM SISTEM KLASIFIKASI
1. Klasifikasi Sistem Alami
Klasifikasi sistem alami dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam.
Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar.
Contoh, hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. Sedangkan pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu, berkeping biji dua.
2. Klasifikasi Sistem Buatan (Artifisial)
Sistem Artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun dengan menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat (tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan (berupa pohon, perdu, semak, ternak dan memanjat).
Tokoh sistem Artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna serta memanjat. Tokoh lainnya adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya.
3. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi.
Sistem filogenetik disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup.
Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.
F. LANGKAH-LANGKAH KLASIFIKASI
Beberapa ahli biologi telah mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan sifat atau karakteristiknya, sehingga kadang ada perbedaan dalam pengelompokan makhluk hidup tersebut.
Langkah atau tahapan dalam klasifikasi makhluk hidup antara lain :
1. Pencandraan atau Identifikasi
Identifikasi mahluk hidup berarti suatu usaha menemukan identitas suatu mahluk hidup. Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. cara yang paling pouler yakni dengan membandingkan tumbuhan / hewan yang ingin diketahui dengan gambar didalam buku atau antara tumbuhan dengan material herbarium yang sudah diketahui identitasnya.
Identifikasi pada hewan dapat dilihat melalui bagian tubuh yang menunjukkan sifat – sifat khusus penunjuk adanya keanekaragam morfologis, antara lain: susunan kulit dan modifikasinya, susunan alat gerak, susunan bagian – bagian tubuh (kepala – badan – ekor) dan modifikasi hubungannya, susunan endoskeleton , susunan gigi, lubang hidung, susunan alat pendengaran bagian luar, susunan mata, dan lain – lain.
Identifikasi pada tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat bagian tubuh tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai penunjuk adanya keanekaragaman tumbuhan, misalnya sifat – sifat morfologi yang ditampakkan oleh: 1. Daun (tata daun , bentuk daun , bentuk tepi daun, pangkal dan ujung daun, pertulangan daun, sifat – sifat permukaan daun). 2. Bunga (Bagian – bagian bunga, Bagian organisasi bunga, Tata dan susunan bunga). 3. Buah, ranting, kulit batang, dan sifat akar tumbuhan.
Tujuan dari identifikasi ini antara lain : untuk mengetahui ciri-ciri yang ada, mengetahui kedudukan taksonnya, dan mengetahui nama jenisnya (species).
Pada umumnya cara yang digunakan dalam identifikasi adalah dengan menggunakan kunci dikotomis atau kunci determinasi.
Contoh Kunci Dikotomis sederhana :
kunci dikotomis
kunci dikotomis
Contoh Kunci determinasi sederhana :
1. a. Tanaman bergetah ……………………………. ………………………………… 27
b. Tanaman tanpa getah ……….. ……………………………. ………………….. 2
2. a. Daun berbentuk ginjal atau jantung, bertulang menjari,
tepi daun beringgit atau berlekuk, merayap, rumput-rumputan
yang muda berakar…………………… …………………………… Umbeliferae.
b. Daun tidak berbentuk ginjal atau jantung ………………………………… 3
3. a. Mempunyai seludang daun yang memeluk batang,
kadang-kadang mempunyai selaput bumbung yang
memeluk batang ………………………….……………………………………….. 4
b. tidak ada seludang daun yang jelas ………………………………………… 8
4. a. Tulang lateral banyak sekali, lurus dan sejajar, tegak lurus,
atau bersudut besar dengan ibu tulang daun ……………………………….30
b. tulang lateral tidak demikian …………………………………………………. 5
5. a. batang berdaun tegak, berputar serupa tangan …………..Zingiberaceae
b. Batang tidak demikian …………………………………………………………. 6
6. a. Batang dengan banyak buku yang berselaput bumbung
pipih di dalam ketiak daun ….. ….……………………………….. Polygonaceae
b. Tidak ada selaput bumbung pada ketiak daun, seludang
berbentuk sendiri oleh tangkai daun ………………………………………..….7
7. a. Bakal buah menumpang( diatas). Bunga sedikit atau
banyak tersendiri didalam daun pelindung yang                                                            terlipat …………………………………………………………….. Commelinaceae
b. bakal buah tidak terlindung diantara dua pelindung …………Cannaceae
8. a. Daun berbentuk kupu-kupu membelah dua ………………Caesalpiniaceae
b. Daun tidak berbentuk kupu-kupu ……………………………………………… 9
9. a. Daun memanjang dengan tulang daun sejajar …………………………….. 10
b. Susunan tulang daun menjari atau menyirip ………………………………. 11
10 a. Tepi daun berduri tempel ………………………………………………………. 31
b. Tanaman yang tidak berduri, tidak berduri tempel …………….. Liliaceae
11.a. Daun menumpu meninggalkan bekas yang berbentuk
cincin melingkari cabang, bunganya besar, tunggal ……… Magnoliaceae
b. tidak ada bekas yang berbentuk cincin ……………………………………….12
12. a. Kelopak bunga dengan banyak kelenjar yang berbentuk
tombol atau berbentuk rambut ……………………………………………………32
b. kelopak tanpa kelenjar …………………………………………………………. 13
13. a. Cabang pipih, beruas, bergaris melintang yang halus, anak                                       daun dan    bunga terletak berselingan  pada batang ……… Poligonaceae
b. Cabang tidak demikian ……………………………………………………………14
14. a. ujung ranting dan bawah daun tertutup oleh sisik ……………………… 15
b. Ujung ranting dan bawah daun tidak bersisik …………………………… 16
15. a. Daun dan pangkal daun berbentuk jantung dan bertulang
menjari ………..……………………………………………………………… Malvaceae
b. Daun dan pangkal daun yang membulat bertulang menyirip ……….. 33
16. a. Berduri atau berduri tempel ………………………………………………….. 17
b. Tidak berduri maupun berduri tempel …………………………………….. 22
17 a. Rumput-rumputan ………………………………………………………………. 34
b. tanaman berkayu ……………………………………………………………….. 18
18 a. Tangkai daun melebar, beruas nyata dengan helaian daun ………….. 35
b. tangkai daun tidak melebar dan tidak beruas, helaian daun
dengan atau tanpa kelenjar minyak ……….……………………………………19
19 a. Tulang daun lateral terbesar melengkung menuju ke ujung …………. 36
b. daun bertulang menyirip, tidak pada setiap pangkal daun
ada duri pendek yang melengkung dan mudah rontok ……………….. 20
20. a. bunga kerap kali terkumpul tiga-tiga, tiap bunga tumbuh
melekat dengan ibu tulang daun pelindung bersangkutan
yang besar dan berwarna …………………………………….. Nyctaginaceae
b. Bunga tidak terkumpul tiga-tiga, tanpa daun pelindung ……………… 22
21 a. Mahkota bunga berdekatan jelas. Tanaman kerap kali
dengan duri kecil yang banyak…………………………………….. Solanaceae
b. Tidak mempunayai mahkota bunga. Tumbuhan                                                              berduri …………………………………………………………………Flacortiaceae
22 a. Bunga bongkol didukung oleh daun pembalut terdiri atas
banyak daun pelindung……………………………………………….…. Compositae
b. Bunga tidak dalam bongkol dengan pembalut terdiri atas
banyak daun pelindung………………………………………………………….. 23
23 a. Bunga tertanam pada puncak tangkai daun yang mempunyai
dua kelenjar pada pangkal …………………..………………………….Turneraceae
b. Bunga tidak tertanam dalam tangkai daun …………………………………. 24
24 a. Bakal buah tenggelam ……………………………………………………………. 25
b. bakal buah menumpang………………………………………………………….. 36
25 a. Pohon atau perdu …………………………………………………………………. 26
b. rumput-rumputan atau pohon …………………………………….Onagraceae
26 a. Ujung kelopak bangun piala, mudah rontok, daun bila
diremas-remas harum ……………………….…………………………..Myrtaceae
b. ciri tidak seperti diatas ………………………………………….Locythidiaceae
27 a. Rumput-rumputan (herba) ……………………………………………………. 28
b. Setengah perdu atau pohon ……………………………………………………. 37
28 a. Bunga daun ungu atau kuning, kecil terdapat dalam
bongkol yang didukung bersama oleh daun pembalut
yang sama besarnya …………………………………………………. Compositae
b. Bunga Besar tidak Dalam bongkol …………………………………………… 29
29 a. Tabung mahkota panjang, tipis silindris, pada puncaknya
dengan tajuk membuka berbentuk bintang. Kepala sari
melekat menjadi tabung ……………………………………………Campanulaceae
b. Tabung mahkota keatas melebar menjadi berbentuk
trompet tanpa tajuk. Tangkai sari berlepasan …………….. Convolvulaceae
30. Tidak dilanjutkan
31. Tidak dilanjutkan
32. Tidak dilanjutkan
33. Tidak dilanjutkan
34. Tidak dilanjutkan
Bila Kita melakukan identifikasi Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu), maka diperoleh kunci determinasi sebagai berikut berikut:
1a. Tanaman tanpa getah
2b. Daun tidak berbentuk ginjal atau jantung
3b. Tidak ada seludang daun yang jelas
8b. Daun tidak berbentuk kupu-kupu
9b. Susunan tulang daun menjari atau menyirip
11b. Tidak ada bekas yang berbentuk cincin
12b. Tidak ada kelenjar pada kelopak
13b. Cabang tidak pipih, beruas dan bergaris melintang yang halus
14a. Ujung ranting atau bawah daun tertutup dengan sisik
15a. Daun dan pangkal daun berbentuk jantung dan bertulang menjari (MALVACEAE)
Keterangan : Informasi lebih lanjut, lihat pada dokumen Determinasi.
2. Pengelompokan
Yaitu mengelompokkan jenis makhluk hidup sesuai dengan persamaan sifat dan ciri. Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson.
Urutan Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :
1. Regnum/Kingdom (Dunia/Kerajaan)
2. Divisio/Phyllum (Tumbuhan/Hewan)
3. Classis (Kelas)
4. Ordo (Bangsa)
5. Familia (Suku)
6. Genus (Marga)
7. Species (Jenis)
Beberapa ahli biologi dalam mengelompokkan ada yang menggunakan takson perantara, yaitu antar takson utama. Apabila terletak di bawah takson utama ditambah awalan Sub-, sedangkan diatas takson utama ditambah awalan super. Misal : diantara takson Filum dan Classis terdapat takson Sub-Filum dan Super-Classis.
Keterangan :
*) Dari spesies menuju kingdom ( semakin tinggi takson )
- jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- persamaan ciri antar makhluk hidup semakin sedikit
- perbedaan ciri antar makhluk hidup semakin banyak
- kekerabatannya semakin jauh
*) Dari kingdom menuju spesies, ( semakin rendah takson )
- jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- persamaan ciri antar makhluk hidup semakin banyak
- perbedaan ciri antar makhluk hidup semakin sedikit
- kekerabatannya semakin dekat
3. Pemberian Nama
Dalam pemberian nama mahluk hidup kita mengenal nama daerah (anjing, dog, dsb) dan nama ilmiah (ex: canine). Nama daerah hanya dapat dimengerti oleh penduduk di daerah itu. Nama Ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia menggunakan bahasa latin/yang dilatinkan. Setiap organisme hanya memiliki satu nama yang sah.
Penamaan makhluk hidup dengan sistem binomial nomenklatur pertama kali diperkenalkan oleh oleh Carolus Linnaeus(1707-1778). Ia adalah seorang ahli ilmu pengetahuan alam dari Swedia.
Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang klasifikasi Makhluk Hidup disebut taksonomi.
Binomial nomenklatur adalah penamaan dengan dua kata latin atau yang dilatinkan.
Aturan penamaannya adalah :
1). Cara Menulis Nama Jenis (Species)
Ketentuan – ketentuan yang harus dipenuhi dalam menulis nama jenis dengan sistem tata nama binomial adalah sebagai berikut:
a) terdiri dari dua kata tunggal (munfrad), kata pertama = nama genus sedangkan kata kedua = penunjuk jenis. huruf pertama dari kata yang menyebutkan marga (genus) ditulis dengan huruf besar, sedangkan untuk kata penunjuk spesies ditulis dengan huruf kecil semua . Contoh : Zea mays; Zea = genus; mays = spesies
b) Bila nama jenis ditulis dengan tangan atau ketik manual, harus diberi garis bawah pada kedua kata nama tersebut secara terpisah. Namun bila dicetak/print komputre harus memakai huruf miring (tanpa garis bawah). contoh: Zea mays bila dicetak print ; Zea mays bila diketik manual/tulis tangan..
c) Bila nama penunjuk jenis pada tumbuhan lebih dari dua kata , kata kedua dan seterusnya harus dirangkaikan dengan tanda penghubung. Contoh: Hibiscus rosa sinensis menjadi Hibiscus rosa-sinensis atau Hibiscus rosa-sinensis
Jenis hewan yang terdiri dari tiga suku kata seperti :
Felis maniculata domestica (kucing jinak) tidak dirangkai dengan tanda penghubung sedang untuk varietas perhatikan contoh, Hibiscus sabdarifa varalba (rosela varietas putih).
Bila nama jenis itu diberikan untuk mengenang jasa orang yang menemukannya maka nama penemu dapat dicantumkan dengan menambah huruf (i) di belakangnya. contohnya antara lain tanaman pinus yang ditemukan oleh merkus, maka tanaman itu Pinus merkusii.
2) Nama Marga / Genus
Nama marga / genus tumbuhan maupun hewan terdiri atas satu kata tunggal yang dapat diambil dari kata apa saja, dapat dari nama hewan, tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertama ditulis dengan huruf besar.
Contoh marga tumbuhan: Solanum (terung – terungan), marga hewan : Canis (anjing), Felis (Kucing).
Bila kita sudah mengetahui nama jenis (species), maka kita juga akan mengetahui nama genusnya.
Contoh : nama jenis Pinus merkusii, maka nama genusnya adalah Pinus.
3) Nama Suku / Famili
Nama Famili diambil dari nama genus organisme yang bersangkutan ditambah akhiran acceae bila itu tumbuhan dan idae bila itu hewan.
Tumbuhan  Genus + acceae
Hewan  Genus + idae
Contoh nama famili pada tumbuhan: famili Solanaceae dari solanum + aceae (terung – terungan). contoh nama famili hewan : Familia Canidae dari Canis + idae ; Famili Felidae dari Felis + idae
5) Nama Bangsa / Ordo
Nama Bangsa (ordo) diambil dari nama genus + ales , contoh : Zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.
Beberapa hewan ada yang menggunakan nama genus yang diambil dari nama genus + iformes. Contoh : Columbia livia (burung merpati), Columbia + iformes menjadi Columbiiformes.
4) Nama Kelas
Beberapa pemberian nama kelas diambil dari nama genus + nae, contoh : Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.
Ada beberapa takson familia, ordo, classis, filum/devisio yang pemberian namanya tidak sesuai dengan aturan tersebut diatas. Hal ini didasarkan atas kriteria-kriteria yang lain.
G. Klasifikasi Hewan DanTumbuhan
1. Klasifikasi Hewan
Dalam mengelompokkan hewan untuk takson filum para ahli biologi menggunakan beberapa karakteristik hewan, antara lain:
1. Uniseluler atau multiseluler
2. Diploblastik atau tripoblastik.
3. Metameri atau non metameri.
4. Asimetri, simetri radial atau simetri bilateral.
5. Anggota tubuh berbuku-buku atau tidak.
6. Mempunyai kerangka luar atau kerangka dalam.
7. Mempunyai notokord atau tidak.
8. Bentuk dan letak sistem organ.
Peta Konsep Klasifikasi Animalia
Peta Konsep Klasifikasi Animalia
Keterangan:
Ciri dan karakteristik nya bisa di baca pada klasifikasi hewan dan tumbuhan.
Read More...

Ruang Lingkup Biologi

HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI ILMU
( RUANG LINGKUP BIOLOGI )
A. Karkteristik Biologi sebagai ilmu (Sains)
Biologi sebagai sebuah mata pelajaran memiliki karakteristik berbeda daripada mata pelajaran lain yang diajarkan di sekolah. Obyek biologi yang berupa makhluk hidup merupakan daya tarik tersendiri yang dapat menarik perhatian dan minat siswa untuk mempelajarinya. Kesalahan klasik yang selalu muncul dalam memahami mata pelajaran ini adalah dianggapnya biologi adalah materi yang harus dihafalkan, sehingga bagi sebagian siswa menganggap biologi sebagai pelajaran yang membosankan.
Biologi merupakan ilmu yang mengkaji/mempelajari makhluk hidup dengan segala permasalahannya. Biologi dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan sains lainnya. Teknologi menentukan perkembangan ilmu biologi. Sebagai sains, biologi lahir dan berkembang melalui pengataman dan eksperimen yang merupakan langkah-langkah dalam kerja ilmiah. Perkembangan biologi dapat dilihat dari banyaknya objek yang diamati serta semakin banyaknya permasalahan yang perlu dieksperimenkan/diujicobakan. Dari hasil pengamatan yang teliti dan pelaksanaan eksperimen yang semakin mendalam telah diperoleh banyak sekali penemuan pengetahuan tentang biologi, yang pada akhirnya seorang ilmuan tidak sanggup lagi mempelajari secara mendalam seluruh biologi sebagai satu objek studi untuk dikuasai. Seseorang hanya sanggup mendalami sebagian saja objek beserta segala permasalannya.
Biologi bagian dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya. Adapun karakteristik ilmu pengetahuan alam termasuk biologi (SAINS/IPA) yaitu:
1. Obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera.
2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata).
3. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku
4. Menggunakan cara berfikir logis, yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat
deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang umum menjadi
ketentuan khusus.
Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif)
Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan.
STRUKTUR KEILMUAN BIOLOGI
image004
B. Ruang Lingkup Biologi

Struktur keilmuan biologi salah satunya adalah yang didefinisikan oleh Biological Science Curriculum Study (BSCS) . Secara umum mata pelajaran biologi ditinjau dari 3 sudut pandang yaitu: Obyek Biologi, Tema Persoalan Biologi, dan Tingkatan organisasi Kehidupan. Ketiga sudut pandang ini diterapkan secara bersama-sama sebagai sebuah satu kesatuan (Depdiknas, 2003).
1. Obyek Biologi
Objek atau kajian dalam biologi adalah berupa makhluk hidup. Makhluk hidup yang ada di bumi ini sangatlah luas dan beraneka ragam, sehingga untuk mempermudah dalam mempelajarinya, para ahli mengelompokkan/mengklasifikasikan menjadi beberapa kelompok (kingdom/ kerajaan).
Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
 Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan adalah :
1)  Kenyataan bahwa kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
2). Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya              sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.
 Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur. Maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).
 Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik sedangkan sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik
 Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup. Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur. Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup. Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
 Ada lagi yang mengelompokkan menjadi enam kingdom (virus, monera, protista, fungi, plantae, dan animalia), atau (archaebacteria, eubacteria, protista, fungi, plantae, animalia). Ada juga yang mengelompokkan menjadi tujuh kingdom, yaitu (virus, archaebacteria, eubacteria, protista, fungi, plantae, animalia).
 Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa kingdom (plantae, animalia, protista, fungi, archebacteria, eubacteria).
 Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa terdapat beberapa pandangan jumlah pengelompokan makhluk hidup, tetapi pada hakekatnya adalah sama, hanya perbedaan dasar pengelompokan saja.
klasifikasi whittaker bagan : Klasifikasi makhluk hidup menurut Whittaker
Komponen abiotik dan komponen biotik berbeda, karena komponen biotik memiliki ciri-ciri yang membedakan dari komponen abiotik. Ciri-Ciri Makhluk Hidup tersebut adalah :
a) Respirasi
b) Memerlukan Nutrisi
c) Bergerak
d) Tumbuh dan Berkembang
e) Reproduksi
f) Iritabilita
g) Ekskresi
h) Adaptasi
2. Tema Persoalan Biologi
Persoalan biologi menurut BSCS meliputi 9 tema dasar yaitu :
a) Biologi (sains) sebagai proses inkuiri.
b) Sejarah konsep biologi
c) Evolusi
d) Keanekaragaman dan keseragaman
e) Genetika dan kelangsungan hidup
f) Organisme dan lingkungan
g) Perilaku (etologi)
h) Struktur dan fungsi
i) Regulasi (sistem pengaturan)
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, obyek dan persoalan biologi terus berkembang melalui penelitian ilmiah.
3. Struktur Organisasi Kehidupan
Organisme yang terdiri atas satu sel disebut juga uniseluler dan yang terdiri atas banyak sel disebut multiseluler. Pada organisme uniseluler segala fungsi hidupdijalankan oleh sel itu sendiri. Karena fungsi hidup tidak hanya satu, maka terjadilah suatu sistem yang terdiri atas subsistem-subsistem.makin banyak subsistem yang menyusun organisme maka semakin kompleks organisme tersebut.
image006
image007
Bagan Struktur organisasi kehidupan
a. Organisasi Tingkat Molekul dan Sel
Tubuh organisme hidup tersusun atas molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Molekul organik ini ada 4 macam atau golongan yaitu:
 Molekul lipid. Molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen, serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid.
 Molekul karbohidrat. Molekul ini mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup.
 Molekul protein. Molekul ini adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang bertanggung jawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya hemoglobin dan zat anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai macam protein dalam tubuh organisme hidup.
 Molekul asam nukleat. Molekul ini merupakan satu-satunya molekul yang membawa informasi genetik organisme hidup. Terdapat 2 golongan besar asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).
Pada organisme hidup, atom-atom berikatan membentuk molekul. Molekul-molekul ini tersusun ke dalam sistem interaksi yang kompleks yang kemudian membentuk sebuah sel. Dengan kata lain, molekul-molekul organik tersebut bergabung membentuk organel-organel sel, kemudian berbagai organel tersebut saling berinteraksi membentuk satu kesatuan terkecil dari makhluk hidup/organisme yang disebut Sel.
image009
image010
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah sel dibangun oleh komponen-komponen berikut: air, ion-ion anorganik, makromolekul (protein, lipid, asam nukleat, dan karbohidrat/polisakarida), dan mikromolekul (asam amino, asam lemak, nukleotida, dan glukosa).
Sel sebagai unit fungsional dan unit struktural terkecil pada organisme multiseluler akan selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, diantaranya adalah:
1. Mampu bereproduksi atau menghasilkan keturunan melalui pembelahan diri secara mitosis atau meiosis.
2. Mampu memperoleh atau menghasilkan energi untuk kehidupannya melalui serangkaian proses respirasi sel di dalam mitokondria, energi ini berbentuk adenosin triphosphat (ATP).
3. Mampu memberikan respons/tanggapan terhadap stimulus/rangsang.
4. Mampu melakukan pencernaan intra seluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) melalui serangkaian proses.
5. Mampu bertumbuh dan berkembang bahkan berdiferensiasi. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang, berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Sebagai contoh; di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam sel yang berdiferensiasi menyusun suatu jaringan.
b. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan dan Organ, Sistem Organ
Organisasi kehidupan tingkat ini tidak dimiliki oleh organisme uniseluler, tetapi hanya dimiliki oleh organisme multiseluler. Karena seluruh aktivitas hidup pada organisme uniseluler dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Sedangkan pada organisme multiseluler aktivitas hidup dilaksanakan oleh banyak sel yang terorganisasi atau teratur dan saling berhubungan dengan baik hingga menjadi satu kesatuan fungsi membentuk satu tubuh individu. Organisasi kehidupan setelah tingkat molekul dan sel adalah tingkat jaringan dan organ. Apakah yang dimaksud dengan jaringan dan organ?
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan suatu fungsi tertentu. Sedangkan Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang mampu melaksanakan satu fungsi tertentu.
Pada dunia hewan tingkat tinggi dan manusia terdapat 5 macam jaringan dasar penyusun tubuhnya. Kelima jaringan tersebut adalah jaringan: epitelium, otot, ikat, tulang dan saraf.
Sedangkan pada dunia tumbuhan terdapat 7 macam jaringan dasar penyusun tubuh. Ketujuh jaringan dasar tersebut adalah jaringan: epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, endodermis, xilem dan floem.
Contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf ini tersusun oleh sel-sel saraf (neuron), yang bertugas menghantarkan impuls. Dan contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan xilem yang tersusun oleh sel-sel xilem, yang bertugas membawa air dan garam mineral dari tanah sampai ke daun.
Organ pada hewan dan manusia meliputi usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata, dan sebagainya. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu jaringan: epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Jaringan epitelium berfungsi membungkus villi, mensekresikan mukus dan mengabsorpsi air serta zat-zat gizi makanan. Jaringan ikat yang dalam hal ini berupa pembuluh darah bersama dengan epitelium berfungsi mengangkut sari makanan. Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerak peristaltis dibawah stimulus saraf otonom. Dan jaringan saraf berfungsi mengorganisir kerja ketiga jaringan tadi. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi yakni untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga membentuk sistem organ (sistem pencernaan).
image012
image015
macam sistem organ
c. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu, Populasi dan Komunitas
Sistem organ tersebut saling berinteraksi, saling menunjang atau saling berpengaruh dan membentuk satu tubuh yang dikenal dengan istilah individu. Apabila terjadi gangguan pada salah satu sistem organ pada individu maka sistem organ yang lain juga mengalami gangguan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan fungsi suatu sistem organ berarti menjaga keselarasan kerja antara sistem organ, dan dapat menjadikan tubuh tetap sehat. Jadi individu merupakan satu organisme yang tubuhnya tersusun oleh berbagai sistem organ yang saling berhubungan.
Di lingkungan yang lebih luas, individu diartikan sebagai satuan makhluk hidup tunggal, misalnya seekor burung, seekor sapi, sebatang pohon kelapa, sebatang tanaman padi, seorang anak, seorang ibu, dan sebagainya.
Kata individu berasal dari bahasa Latin, yaitu Individuum yang artinya ‘tidak dapat dibagi’. Individu tinggal pada suatu tempat (habitat). Di lingkungan habitatnya individu tentu tidak sendiri. Ia akan hidup bersama dengan individu lain, baik yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda. Individu-individu dikatakan sejenis atau satu species jika mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertile, contohnya ayam betina dan ayam jantan merupakan satu jenis/species.
Perhatikanlah contoh berikut; dalam sebidang kebun teh, tumbuhan yang hidup di sana tentu bukan hanya sebatang tanaman teh, melainkan tentu ada ratusan tanaman teh. Di sana tentu juga hidup beberapa jenis hewan, misalnya kodok, cacing tanah, bekicot, ular, ulat, tikus, belalang, capung, dan semut yang jumlahnya lebih dari satu.
Kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama-sama menempati suatu habitat disebut populasi. Jadi, seluruh tanaman teh pada sebidang kebun tersebut merupakan populasi tanaman teh, seluruh cacing tanah pada sepetak kebun tersebut merupakan populasi cacing tanah, dan seterusnya. Sedangkan kumpulan populasi yang tinggal bersama pada suatu areal tertentu, dimana terjadi suatu bentuk hubungan atau interaksi, baik antara individu sejenis (intraspecies) maupun antara jenis yang berbeda (antarspecies) disebut komunitas. Contoh : Sepetak sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan sebagainya.
Keadaan populasi di dalam suatu komunitas selalu berubah-ubah atau bersifat dinamis. Dinamika populasi ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan. Sesungguhnya banyak persoalan yang dapat dipelajari dari tingkatan populasi hingga komunitas ini.
image016
d. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem, Bioma, dan Biosfer
Ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.
Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, dekomposer maupun detritivor. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen.
Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini : daun berwarna hijau (Produsen) ―→ ulat (Konsumen I) ―→ayam (Konsumen II) ―→ musang (Konsumen III) ―→ macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web). Perhatikan contoh jaring-jaring makanan pada gambar berikut ini.
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Detritivor merupakan organisme yang memakan detritus (hancuran organisme mati).
Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia. Contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya. Contoh kerusakan ekosistem karena perbuatan manusia adalah penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara.
Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Tahukah Anda apakah Bioma itu?
Istilah Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir), padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous.
Jenis Bioma Ciri dan karakteistik
Tundra Terdapat di daerah kutub, tumbuhan dominannya adalah lumut kerak (Lichenes), lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya berumur 4 bulan. Hewan yang hidup di bioma ini adalah rusa, serigala dan beruang kutub.
Taiga
Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau hutan boreal. Tumbuhan dominannya adalah konifer atau tumbuhan berdaun jarum (pinus). Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam, dan serigala.
Padang pasir atau Gurun terdapat di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi duri. Hewan yang hidup pada bioma ini adalah unta, tikus,ular, kadal, kalajengking, dan semut
Padang rumput Pada bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk menumbuhkan hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah prairi rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi adalah padang rumput yang luas tanpa pohon.
Savana Savanna merupakan padang rumput yang diselingi dengan sebaran pohon yang tumbuh jarang. Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah, jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular.
Hutan hujan tropis (hutan basah) Terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh sangat rapat. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon yang mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain, seperti rotan). Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam burung
Hutan decidous (Hutan Gugur) Terdapat di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin). Tumbuhan yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.
Selanjutnya interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.
C. Cabang-Cabang Ilmu Biologi
Biologi berasal dari kata bios (βiος) dan logos (λόγος) yang merupakan bahasa Yunani, masing-masing artinya hidup dan ilmu. Jadi artinya ilmu alam yang mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan. Sebenarnya aspek yg dipelajari di biologi adalah semua yg berhubungan dengan makhluk hidup itu sendiri. Selain struktur, fungsi, tumbuh-kembang, dan adaptasi terhadap lingkungan tempat hidup, ada juga penggolongan makhluk hidup, habitatnya, peran pada lingkungan, asal-usul dan evolusinya. Biologi sangat luas karena semua makhluk hidup dipelajari, dari yang sekecil bakteri hingga yang sebesar paus putih. Karena begitu luasnya cakupan Biologi, maka dibuatlah cabang-cabang ilmu biologi. Cabang biologi terus-menerus bertambah, sesuai dengan perkembangan ilmu biologi itu sendiri, antara lain :
1. Anatomi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan tubuh makhluk hidup.
2. Bakteriologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk bakteri dan kehidupannya.
3. Botani – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya.
4. Ekologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya (habitat).
5. Embriologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pengkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio.
6. Entomologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk serangga beserta kehidupannya.
7. Evolusi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga yang kompleks.
8. Fisiologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup.
9. Genetika – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk penurunan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya.
10. Higiens – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pemeliharaan kesehatan manusia.
11. Histologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada jaringan makhluk hidup.
12. Mikrobiologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk organisme renik (mikro) serta kehidupannya.
13. Palaeontologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk kehidupan makhluk hidup di masa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau.
14. Parasitologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
15. Sitologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada sel makhluk hidup.
16. Virologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk virus, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
17. Zoologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk hewan serta kehidupannya.
18. Mikologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk fungi/jamur.
19. Fikologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang alga.
20. Bryologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang lumut,
21. Ichtiologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang ikan,
22. Mammologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang mammalia,
22. Ornitologi – adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang burung,
24. Paratisologi adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang parasit,
25. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
26. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
27. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
28. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
29. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
30. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
31. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
32. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
33. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
34. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
D. Metode ilmiah
Biologi merupakan cabang sains yang mempelajari berbagai permasalahan makhluk hidup, dan untuk mempelajari melalui proses dan sikap ilmiah ini sebagai konsekuensi biologi. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah akan memperoleh produk ilmiah. Dalam mempelajari sains terdiri dari 3 komponen yaitu :
1. Sikap ilmiah
Merupakan sikap yang harus dimiliki untuk berlaku obbyektif dan jujur saat mengumpulkan dan menganalisa data.
2. Proses ilmiah
Merupakan perangkat ketrampilan kompleks yang digunakan dalam melakukan kerja ilmiah. Proses ilmiah dapat dilakukan dengan pendekatan ketrampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
1) Ketrampilan proses meliputi:
1) Mengobservasi
Mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera. Dalam biologi
hasil observasi seringkali dibuat dalam bentuk gambar (misal gambar dunia dll), bagan (missal bagan siklus hidup kupu-kupu), tabel (misal tabel pertumbuhan penduduk suatu wilayah), grafik (misal grafik hubungan antara tabel pertumbuhan kecambah), dan tulisan.
2) Menggolongkan
Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu permasalahan.
3) Menafsirkan
Memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian lainnya.
4) Mempraktikkan/meramalkan
Memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan pada data yang telah terjadi; kedua prakiraan ekstrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan logika di luar data yang terjadi.
5) Mengajukan pertanyaan
Berupa pertanyaan bagaimana, karena pertanyaan ini menuntut jawaban yang diperoleh dengan proses.
2) Langkah sistematis dalam proses ilmiah/metode ilmiah meliputi:
a) Merumuskan masalah
Ada tiga cara dalam merumuskan permasalahan yaitu:
1) Apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat objek eksperimen?
2) Bagaimana pengeruh variabel bebas terhadap variabel terikat objek eksperimen?
3) Apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat objek eksperimen
b) Menyusun kerangka berfikir
Kerangka berfikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.
c) Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan. Ada 2 macam hipotesis dalam eksperimen, yaitu:
1) Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengnaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
2) Hipotesis alternatif (H1) : ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat
d) Melakukan eksperimen
Untuk mendukung atau menyangkal hipotesa itu perlu dibuktikan melalui eksperimen. Dalam melakukan eksperimen melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1) Taraf perlakuan
2) Pengendalian faktor lain
3) Ulangan
4) Pengukuran
e) Analisis data
Analisa data dapat menggunakan statistik atau secara deskriptif.
f) Menarik kesimpulan
Ada dua kemungkinan dalam kesimpulan yaitu hipotesis diterima (dugaan sementara sesuai dengan eksperimen) atau ditolak (dugaan sementara tidak sesuai dengan eksperimen).
g) Publikasi
Hasil penelitian di publikasikan ke kalayak melalui jurnal penelitian, seminar atau lewat internet.
Editor ; Alamz
Sumber Pustaka :
http://dina-paper4.blogspot.com/2007/09/ciri-ciri-makhluk-hidup.html
http://prestasiherfen.blogspot.com/2008/11/hakikat-biologi-sebagai-ilmu.html
http://www.forumsains.com/biologi/definisi-biologi-dan-cabang-cabang-ilmu-biologi/
http://karodalnet.blogspot.com/2009/07/cabang-cabang-ilmu-biologi.html
http://organisasi.org/cabang_ilmu_biologi
http://www.blogcatalog.com/search.frame.php?term=cabang+biologi&id=dbbdde9e0388f5310e81adb7e16384b9
Read More...

Gerak pada Manusia

SISTEM GERAK MANUSIA
Indikator ->  Rangka : Bagian – bagian, osifikasi, sendi, gangguan. Otot : Mekanisme, struktur, gangguan, macam gerak.
  • Rangka: Alat gerak pasif : karena tidak dpt bergerak tanpa adanya otot.
  • Otot     : Alat gerak aktif



RANGKA
  • Rangka  Aksial (sumbu utama)
Tengkorak, tulang belakang, dada (sternum), rusuk (1,2,3,4)
Rangka Apendikular (pelengkap)
  • Fungsi Rangka :
  1. Pergerakan
  2. Tempat melekatnya otot
  3. Sistem imun
  4. Menjaga organ agar tetap pada tempatnya
  5. Perlindungan organ
  6. Tempat menyimpan minerak
  7. Pemroduksi sel – sel darah (tulang belakang)
  8. Penyimpan energi
TULANG AKSIAL (1,2,3,4)
1. TENGKORAK :



















a. Tulang tempurung kepala (kranium)
  1. Tulang dahi (frontal)
  2. Tulang kepala belakang (osipital)
  3. Tulang ubun-ubun ( parietal)
  4. Tulang tapis (ethmoidal)
  5. Tulang baji (sphenoid)
  6. Tulang pelipis (temporal)
b. tulang muka (splanchocranium)
  1. Tulang hidung (nasal)
  2. Tulang langit-langit (palatum)
  3. Tulang air mata (lakrimal)
  4. Tulang rahang atas (maksila)
  5. Tulang rahang bawah (mandibula)
  6. Tulang pipi (zygomatik)
Tengkorak
2. TULANG BELAKANG :
26 ruas atau 33 tulang :
a)      24 ruas vertebra :
-7 vertebra servikalis
-12 vertebra dorsalis
-5 vertebra lumbalis
b)      1 sakrum : 5
c)      1 koksgeai : 4
3. TULANG DADA (STERNUM) :
a)      Hulu (manubrium)
b)      Badan (korpus)
c)      Taju Pedang (xiphoid prosesus)
4. TULANG RUSUK (COSTAE) :
Tulang rusuk : 12
a)      Sejati : 7
b)      Palsu : 3
c)      Melayang : 2
TULANG APENDIKULAR (5,6)
5. TULANG ANGGOTA GERAK ATAS :
-Tulang bahu : klavikula (se) dan skapula (be)
-kla -> manubrium = humerus (l.atas)
-hum -> radius (pengumpil) & ulna (hasta)
-rad+ul -> karpus (pergelangan)
-karp-> metakarpus (telapak)
-meta -> falanges (jari)
6. TULANG ANGGOTA GERAK BAWAH :
-Tulang Pinggul (duduk (iscium), usus(ilium), kemaluan(pubis))
-Lekukan pada pinggul = asetabulum -> femur (paha) -> fibula(betis) & tibia(kering)
-tempurung : patel, tarsal (kaki), & metatarsal

BENTUK TULANG :
- Tulang pipa (paha, betis, hasta)
  • Tulang pipa berbentuk silindris
  • Epifise : ujung, rawan
  • Metafise : antara, cakra epifise (memanjang), berongga.
  • Diafise : tengah, memanjang,
  • Sum” merah : pembentukan eritrosit
  • Sum” kuning : penyimpanan lemak
- Tulang pendek (jari)
  • Ukuran panjang dan lebar ± sama,kubus, paku
  • Tulang telapak tangan dan kaki
  • Bebas bergerak
- Tulang pipih
  • Lempengan – lempengan pipih
  • Tulang pinggul, belikat, tempurung.
- Tulang tidak beraturan
  • Tulang bentuk kompleks
  • Rahang, kepala, ruas vertebra dorsalis.
JENIS TULANG :
- Tulang rawan (Kartilago)
  • Kondrosit
  • Lentur, lebih terang
  • Terdapat pd telinga, hidung, ruas v.dorsalis
  • Selaput PERIKONDRIUM
    • Kondrosit (sel bulat, bernukleus, dan 2 buah nukleoulus)
    • Ada di lubang – lubang LAKUNA.
    • Terdapat 2/lebih di tiap lakuna.
    • Kumpulan ini disebut sel – sel isogenik.
    • Tulang rawan ada 3 :
Hialin : putih kebiruan, tdpt pd janin.
Elastin : kuning, tdpt pd epiglotis & telinga luar.
Fibroblas : keras, buram, atr ruas v.dorsalis.
- Tulang keras (Osteon)
proses tulang



  • Matriks 65% : Semen, kolagen, dan mineral.
  • Osteogenik : calon sel tulang
  • Osteosit : sel tulang matang
  • Osteoblas : sel tulang keras muda
  • Osteoklas : sel dari tulang lama yang menyisakan tempat untuk sel baru.
SENDI :
  • Hubungan antar tulang
  • Sendi = artikulasi
  • Komponen penunjang sendi :
  1. Ligamen : jar.ikat, mencegah dislokasi
  2. Kapsul Sendi : serabut, penghubung 2 tulang,
  3. Cairan Sinovial : pelumas ujung tlng berkapsul
  4. Tulang rawan hialin : penutup epifase. J
  • Tipe Persendian :
  1. 1. Diartrosis (memungkinkan ada gerak bebas)
    1. Sendi Peluru : lengan & belikat, paha & pinggul
    2. Sendi Putar   : tengkorak & atlas, l.atas & bawah
    3. Sendi Pelana         : telapak tangan dan jari
    4. Sendi Engsel : antar ruas jari, siku, lutut.
    5. Sendi Luncur : pergelangan kaki.
  1. 2. Sinartrosis (tidak memungkinkan ada gerak)
    1. Sinartrosis sinkondrosis : tulang rawan, v.dorsal
    2. Sinartrosis sinfibrosis : serabut, tengkorak
  • Gerak karena persendian :
  1. Fleksi dan Ekstensi :
-bengkok (fleksi) meluruskan (ekstensi)
-hiperekstensi : melebihi anatomi tubuh
  1. Adduksi dan abduksi :
-menjauh (adduksi) dan mendekat(abduksi)
-merenggangkan jari – jari dan mengacungkan.
  1. Elevasi dan depresi :
-menutup (elevasi), membuka (depresi)
  1. Supinasi dan pronasi
-menengadah (supi) dan menutup (pro)
  1. inversi dan eversi
-Inversi (O) -> ( ), Eversi (X) -> )(
OTOT
  • sel – sel terspesialisasi untuk kontraksi
  • mengandung protein kontraktil
  • sel – sel = serabut otot.
  • Sifat gerakan otot  :
  • Gerak antagonis, berlawanan, cth :
a. Fleksi -> bisep kontraksi
b. Ekstensi -> trisep kontraksi
  • Gerak Sinergis, bersamaan, cth :
Otot – otot pada tulang rusuk.
  • Jenis – jenis otot :
Otot Rangka
-Otot yang melekat pada rangka
-Otot rangka berupa miofibril , dan multinuklei
-Otot Rangka = Otot lurik = Otot serat Lintang
-berkas – berkas membentuk fasikuli
-fasikuli berselaput fasia propia
-kumpulan fasikuli diselaputi fasia superfisialis
-kumparan disebut ventrikel otot
-ujung ventrikel keras,disebut tendon
-ujung tendon ada 2 :
a. origin : tidak dapat bergerak
b. insersi : sisipan, dapat bergerak
-otot sadar
-mioglobin banyak : senyawa protein pengikat O2

Otot polos
-sel bentuk gelendong, satu inti sel di tengah.
-tidak melekat pada rangka
-lambat, otot tidak sadar
-saluran pernapasan, pencernaan, reproduksi, transportasi, dan endokrin.
Otot jantung (miokardium)
-hanya ada di jantung vena kava
-seperti otot rangka, tapi 1 sel, dan membentuk anyaman dengan cabang.
-tiap cabang, terdapat jaringan ikat (diskus interkalaris)
-otonom
-72 kali setiap menit berkontraksi.
*) liat beda struktur otot msing – msing :
Otot Rangka
Otot Rangka
Otot Polos
Otot Polos
Otot Jantung
Otot Jantung
Mekanisme Gerak Otot
-serabut halus sel otot /miofibril
-mengandung miofilamen, ada 2 :
a. Filamen halus :
2 aktin (tropomiosin & troponin kompleks)
1 regulator.
b. Filamen kasar :
miosin
-filamen halus dan kasar menyebabkan pola gelap terang.
-setiap unit gelap-terang disebut SARKOMER
-GARIS Z : batas antar sarkomer
-filamen halus dipinggir, dan kasar ditengah.
-PITA A : di mana f.kasar dan f.halus bertindihan.
-ZONA H : bagian dengan f.kasar di tengah.
-PITA I : ujung dekat sarkomer, f.halus saja.
-PROSES : otot kontraksi, sarkomer memendek, zona H hilang, dan pita I memendek, pita A tetap.
-saat itu, f.kasar dan f.halus menggeser dan menjadi satu, membentuk formasi aktomiosin
GANGGUAN PADA SISTEM GERAK
MANUSIA
  1. Gangguan Fisik
  1. Fraktura sederhana : tidak melukai otot
  2. Fraktura kompleks : melukai otot
  3. Greenstick : fraktura sebagian
  4. Comminuted : menjadi be”rapa bagian, tapi tetap dalam otot yang sama.
  1. Gangguan Fisiologis (Vitamin/hormon)
  1. Rakhitis : kekurangan vit.D, kaki bbntuk X / O
  2. Mikrosefalus : kepala berukuran kecil karena kurang vitamin pada masa bayi.
  3. Osteoporosis : ketidakseimbangan hormon.
  4. Kelainan akibat penyakit : tbc tulang dan tumor.
  5. Dislokasi : pergeseran tulang, ligamen sobek
  6. Terkilir : tertariknya ligamen krn gerakan tiba – tiba
  7. Ankilosis  : tidak berfungsinya sendi
  8. Artritis : radang sendi.
  9. Gangguan tulang belakang :
Gangguan Tulang
Skoliosis, kifosis, lordosis, subluksasi
Gangguan pada sistem otot
  • Atrofi :
-disebabkan virus
-otot mengecil
-kerusakan otot gerak bawah
  • Hipertrofi :
-diameter serabut membesar
  • Hernia abdominalis :
-sobeknya dinding otot abdominal
  • Tetanus :D istrofi otot :Miastenia gravis :
-disebabkan bakteri clostridium tetani
-otot kejang
-cacat genetik
-abnormalnya hormon tiroid
-melemahnya otot.


Read More...

Kingdom Animal

Animalia
  • Simetri Tubuh :
Simetri bilateral     = 2 bagian yg sama, dorsal & ventral, serta anterior & posterior
Simetri Radial        = melingkar, memiliki dorsal dan ventral

  • Ciri – ciri porifera
Diplobastik = ektoderm dan endoderm
-         Ektoderm  : sel epidermis (pinakosit) dan sel porosit (pori2 / astium)
-         Endoderm : sel leher berflagel / koanosit
Di antara Ekso dengan koanosit = Amoebosit (untuk makan), Skleroblas (pembentuk rangka/spikula), archeosit (reproduksi).

  • Tipe Saluran air
Ascon    : guci – leucosoelania (ostium – spongosoel – oskulum)
Sicon     : buah pinus – Scypha (ostium – inkuren – radier – spongosoel – oskulum)
Leucon   : Paru – paru – Spongilla sp. (ostium – rongga seperti di paru2oskulum)

  • Ciri – ciri coelenterata
Simetri Radial
Diplobastik = epidermis dan gastrodermis di tengahnya ada mesoglea (gelatin)
Punya rongga gastrovaskuler utk pencernaan – peredaran (coelom/kolom)
-Saluran pencernaan (enteron-usus)
Tentakel tersusun seperti sisir (ctenophore-sisir)
-mengandung cnidae/nematoksit (sengat)
Hdp di air tawar dan laut.
POLIP = mulut di atas
MEDUSA = mulut di bawah

  • Klasifikasi Coelenterata
Hydrozoa = polip, Hydra, Okelia, Physalia
Schypozoa = medusa, seperti mangkok,  Aurelia (OEBOER2)
Anthozoa = 100% polip, seperti bunga, Tubastrea, Aeropora, Urtiana (anemon)

  • Siklus hidup trematoda (cacing hati/Fasciola Hepatica)
1. Dari darah ke usus ke tinja ->
2. jd larva 1 (Mirasidium bersilia) di tmpt basah ->
3. Sporokis di dlm siput air(Lymnae) ->
4. Serkaria (hbs keluar dr siput) ke rumput ->
5. Metaserkaria (cacing muda) -> dimakan sapi -> sapi di makan orang


Hospes Intermediet       = Inang Perantara (siput)Hospes Defmitif               = Inang tetap





Struktur tubuh Cestoda (cacing pita)
Bentuk pita, parasit
Bersegmen (proglotid), tidak bersilia, punya alat pengisap (sucker)
Tidak punya pencernaan
Terdiri dari kepala pengisap/skoleks dan segmen – segmen
Siklus hidup Nemathelminthes (Ascaris yang ada di usus)

1. Cacing dewasa di usus (jantan bengkok)
2. Keluar dgn feses, ke tanaman.
3. Termakan oleh manusia -> kerongkongan ->
4. menetas di usus halus (darah)-> paru – paru ->
5. kerongkongan -> usus besar (dewasa dan reproduksi)
Selomata (berongga), aselomata (tidak berongga), (berongga tp gg sempurna, dya full tnp celah)

Struktur tubuh Annelida
Tripoblastik (ektoderm, mesoderm, endoderm) selomata
Simetri bilateral, berongga – rongga, dipisahkan septum
Terdapat duri halus / seta
Air tawar, laut, daratan
Alat pencernaan sempurna
Hermafrodit
  • Klasifikasi Mollusca
Klasifikasi
Cangkang
Alat gerak
Habitat
Ciri lain
Contoh
Amphinera
8 keping kapur Kaki halus kek siput, nempel di karang Laut dangkal, berpasir
_
Chiton
Gastropoda
sesuai bentuk Perut = kaki Tpt berair -2 tentakel di kepala sebagai pembau-hermafrodit
-Achatina f (bekicot),
-Helix p.
(siput tawar)
Scapopoda
Zat kapur, btk gading dkk 2 kaki utk menggali Air laut  & berlumpur
_
Dentalium
Nautilus (prb)
Bivalvia/
Pelecypoda
2 katup/valve Pelecypoda (kaki pipih) Tpt berair -insang lapis-terdiri dr 3 a. zat tanduk
b. prismatik
c. nakreas (hls)
Pinctada mertenc
(Kerang mutiara)
Mythilus Viridis
(Kerang Hijau)
Cephalo-
poda
Tidak ada cangkangnya, exc  nautillus 8 – 10 ttakel, penymprot sbg setir Laut, laut Kromatofora, utk berubah warna.
Loligo (cumi)
Sepia officinalis
Octopus (gurita)
  • Klasifikasi Arthropoda
Arachnoida = Laba – laba, (sefalotoraks, abdomen), pedipalpus (capit), kalisera (sengat racun), spineret (muter2 isinya spigot), spigot penghasil benang, ekskresi = tubula malpighi, paru paru buku.
Myriapoda =Chilopoda : Kakinya 1 psg tiap segmen, punya sengat, pipih panjang (kelabang)
Diplopoda : Kakinya 2 psg tiap segmen, tdk pny sengat, bulat panjang, (kaki seribu)
Crustaceae = 4 jalan, 5 renang, insang, akuatik, 4 antena, sefalotoraks dan abdomen
Insecta       = 3 bag, kaput – toraks – abdomen, 6 kaki, sayap, antena 2, trakea, air tawar, lau darat
  • Metamorfosis Insecta
  1. Ametabola : pertambahan ukuran – lepisma saccharina (kutu buku)
  2. Hemimetabola (tdk sempurna) : telur – nimfa – imago (keco’)
  3. Holometabola (sempurna) : telur – larva – pupa – imago (lalat, kupu – kupu)
  • Insecta sesuai ada tidaknya sayap
  1. Apterigota       = gak punya sayap -> yg ametabola
  2. b. Pterigota         = punya sayap
Esopterigota = sayap di luar -> yg holometabola
Endopterigota = sayap di dalam -> yg hemimetabola
Elytera : sayap depan yang tebal dan keras

  • Tipe mulut Insekta
  1. Tipe mulut menggigit = kecoa, belalang, gangsir, capung
  2. Tipe mulut menjilat = lalat rumah, dan lalat buah
  3. Tipe mulut mengisap = kupu kupu
  4. Tipe mulut menusuk dan mengisap = nyamuk dan jangkrik
  • Klasifikasi Echinodermata
  1. Asteroidea = Bintang laut, acanthaster sp
  2. Ophiuroidea = Bintang laut dng lengan pipih pjg, Bintang ular (Ophiotrix)
  3. Echinoidea = Berbentuk bola, g pny lengan. Bulu babi (Diadema Saxatile)
    1. Holothuroidea = Timun laut/teripang, gg berlengan, gg berduri (Curcuma sp)
  4. Crinoidea = berbentuk seperti tumbuhan, berbulu
-         Bertangkai = lili laut -> Metacrinus rotundus
-         Tdk bertangkai = Bintang laut berbulu -> Oxycomantus bennefi

  • Klasifikasi Chordata
Urochordata:
Tidak memiliki notokord, tali saraf, dan ekor
Memiliki celah faring
Merupakan peralihan antara invertebrata dan vertebrata
Chepalochordata
Memiliki notokord
Memiliki tali saraf dorsal berlubang
Memiliki ekor
Memiliki celah faring
Vertebrata
Read More...

 

Reader Community